Pendapatan susut, laba bersih INCO ambles nyaris 80%

JAKARTA – Pendapatan PT Vale Indonesia Tbk (INCO), perusahaan tambang yang tergabung dalam MIND ID, turun 22,87% year-on-year (yoy) menjadi US$950,4 juta pada tahun 2024, dari US$1,2 miliar di tahun sebelumnya.
Penjualan INCO memang hanya ditujukan kepada dua pemegang sahamnya, Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining Co. Ltd. (SMM), yang serempak mencatatkan penurunan masing-masing menjadi US$760,2 juta dan US$190,2 juta pada 2024.
Dengan beban pokok pendapatan yang relatif stagnan, hanya turun 4,9% yoy, laba kotor INCO ikut anjlok hingga 68,8% yoy menjadi US$108,2 juta pada akhir 2024. Penyusutan signifikan ini juga membawa gross profit margin perseroan jatuh dari 28,2% menjadi 11,4%.
Walaupun terdapat penurunan beban dan biaya, serta kenaikan pendapatan lain, INCO tetap gagal mempertahankan margin laba bersihnya, hingga ambles ke level 6,1% dari 22,3%.
Berdasarkan laporan keuangannya, laba bersih INCO mencapai US$57,76 juta pada 2024, 4,75 kali atau 78,95% yoy lebih rendah dari tahun buku 2023 yang mencapai US$274,33 juta. (ZH/KR)