DATA sambut dua investor individu baru

JAKARTA - Daftar perubahan kepemilikan saham di atas 5% Bursa Efek Indonesia, Senin (24/2), menampilkan dua investor individu baru di perusahaan infrastruktur telekomunikasi dan pusat data, PT Remala Abadi Tbk (DATA).
Pertama, Budi Aditya Erna Mulyanto membeli 93,11 juta lembar saham DATA melalui PT MNC Sekuritas dan dua sekuritas lain. Ia pun menjadi pemegang 6,77% saham baru. Kedua, Djoni membeli 70 juta lembar saham DATA melalui PT Mandiri Sekuritas, dan langsung mendapuk 5,09% saham.
Investor individu lain, Robby Adijaya, lalu menambah saham di PT Ginting Jaya Energi Tbk (WOWS) sebanyak 4,23 juta lembar. Ia melakukan pembelian melalui PT BCA Sekuritas dan menaikkan sahamnya ke 9,52%. Saham WOWS sendiri bergerak di bidang jasa penunjang kegiatan operasional migas
Jhon Veter Firdaus Reagen lalu menambah investasi sebanyak 180 ribu saham di perusahaan farmasi PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT), melalui PT Ciptadana Sekuritas Asia. Porsi sahamnya naik tipis ke 5,37%.
Penambahan saham terakhir dilakukan oleh produsen roti PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) yang membeli sahamnya sendiri sebanyak 1,47 juta lembar, dengan saham sebesar 8,27%. PT BCA Sekuritas ditunjuk untuk memfasilitasi transaksi ini.
Penjualan saham terbesar, di sisi lain, dilakukan oleh investor asing Chemical Asia Corporation Pte Ltd dengan melepas 113,47 juta lembar VICO, saham dari penyedia jasa keuangan PT Victoria Investama Tbk. Transaksi ini dilakukan melalui PT Victoria Sekuritas Indonesia, dan sisa saham investor tersebut sebesar 18,56%.
Investor asing HSBC-Fund SVS A/C Chengdong Investment Corp-Self lalu menjual 12 juta saham perusahaan induk pertambangan batu bara PT Bumi Resources Tbk (BUMI), disusul oleh CGS International Securities Singapore Pte Ltd yang menjual lebih dari 4 juta saham produsen emas PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI).
HSBC-Fund kini memegang 10,4% BUMI, sedangkan CGS International memegang 18,26% SQMI.
Selanjutnya, PT Aims Indo Investama menjual 2,62 juta saham perusahaan restoran dan gaya hidup PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) via PT KAF Sekuritas Indonesia. BEI pun mencatat penurunan saham investor pengendali ini dari 77% ke 75,86%.
Penjualan saham terakhir dilakukan oleh Sabana Prawira Widjaja, pemegang saham mayoritas, yang menjual 600 ribu saham produsen minuman PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Co Tbk (ULTJ), melalui PT Shinhan Sekuritas Indonesia. Sisa sahamnya tercatat sebesar 49,81%. (KD)
Baca petunjuk pasar terbaru hanya di IDNFinancials.com!