BNLI - PT. Bank Permata Tbk

Rp 2.110

-240 (-10,00%)

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tetapkan tiga emiten dalam daftar unusual market activity (UMA), kemarin (25/2). Tiga emiten tersebut yakni, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), PT Bank Permata Tbk (BNLI), dan PT Menn Teknologi Indonesia Tbk (MENN).

Danny Yuskar Wibowo, Pelaksana Harian (PH) Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, menyampaikan menginformasikan ada indikasi pola transaksi tidak wajar yang di luar kebiasaan.

"Pengumuman UMA tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," katanya dikutip dari keterbukaan informasi, Rabu (26/2).

Terkait status UMA pada tiga emiten ini, maka BEI mendorong para investor agar memperhatikan jawaban emiten terkait permintaan konfirmasi dari BEI, mencermati kinerja dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana aksi korporasi emiten bila belum disetujui RUPS, serta mempertimbangkan kemungkinan yang dapat muncul di kemudian hari, sebelum mengambil keputusan investasi.
   
Hingga sesi Rabu (26/2) sore, harga saham SSMS terkoreksi 0,82% atau Rp15 menjadi Rp1.825 per lembar, namun dalam sebulan terakhir, harga sahamnya naik 7,99% atau Rp135.

Sementara itu, harga saham BNLI turun 10,21% atau Rp240 menjadi Rp2.110 per saham, sedangkan dalam sebulan terakhir, saham emiten ini tumbuh 61,69% atau Rp805 per lembar.

Terakhir, harga saham MENN terkoreksi 9,09% atau Rp5 menjadi Rp50 hingga sesi sore, dan dalam satu bulan, saham MENN naik 51,52% atau Rp17 per lembar. (LK/ZH)