JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berisiko melanjutkan tren bearish pada perdagangan Jumat (28/2), menurut sejumlah analis.

Tingginya tekanan jual asing dan pelemahan secara teknikal, membuat IHSG berada dalam posisi rentan terkoreksi.

CGS International Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG bergerak variatif dengan kecenderungan melemah. "Dengan kisaran support 6.350–6.215 dan resistance 6.620–6.755," tulis tim riset CGS International Sekuritas Indonesia, pada Jumat (28/2) hari ini.

Senada dengan hal itu, Phintraco Sekuritas menyoroti posisi IHSG yang telah menembus critical support 6.500, dengan pola black marubozu, yang memvalidasi bearish continuation. "Waspadai pelemahan lanjutan ke level psikologis 6.400 pada perdagangan Jumat (28/2)," tulis tim riset Phintraco Sekuritas.

Sementara itu MNC Sekuritas menekankan koreksi IHSG 1,83% ke 6.485 pada Kamis (27/2) kemarin, yang disertai tingginya tekanan jual. Dengan area support 6.500 yang telah ditembus, IHSG disebut berpotensi untuk turun lebih dalam lagi.

“Koreksi IHSG masih rawan berlanjut untuk menguji rentang area 6.269-6.399,” ungkap tim riset MNC Sekuritas. (KR)