DSNG - PT. Dharma Satya Nusantara Tbk

Rp 910

-65 (-7,00%)

JAKARTA - PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) mencatatkan lonjakan laba bersih signifikan pada tahun 2024, mencapai Rp1,1 triliun atau meningkat 35,6% year-on-year (yoy) dari tahun sebelumnya Rp841,7 miliar.

Keberhasilan ini didorong oleh kombinasi strategi efisiensi operasional dan pertumbuhan penjualan sebesar 6,5% yoy menjadi Rp10,1 triliun dari tahun sebelumnya Rp9,49 triliun.

Efisiensi terbesar terjadi pada pengurangan biaya operasional, terutama dari penurunan harga pupuk di segmen kelapa sawit yang menjadi tulang punggung bisnis DSNG dengan kontribusi pendapatan sebesar 87%.

Kenaikan penjualan DSNG dipicu oleh peningkatan harga rata-rata penjualan (average selling price/ASP) crude palm oil (CPO). Faktor utama yang menopang kenaikan ASP adalah berkurangnya output produksi akibat tantangan cuaca serta meningkatnya permintaan domestik, termasuk dari implementasi program biodiesel B-35.

Andrianto Oetomo, Direktur Utama DSNG, mengungkapkan bahwa tahun 2024 merupakan periode penuh tantangan bagi industri perkebunan sawit.

“Fenomena El Nino yang terjadi sejak Juni 2023 hingga April 2024 yang lalu memengaruhi produktivitas perkebunan kelapa sawit pada tahun 2024, sehingga berdampak pada penurunan produksi CPO. Namun, kondisi ini justru mendorong kenaikan ASP karena pasokan CPO yang berkurang,” ujar Andrianto, dalam keterangan resmi, Kamis (27/2). (EF)