ASII - PT. Astra International Tbk

Rp 4.530

-60 (-1,31%)

JAKARTA – PT Astra International Tbk (ASII) hanya mencatatkan laba bersih Rp34 triliun pada tahun buku 2024, naik tipis 1% year-on-year (yoy) atau dari tahun sebelumnya.

Djony Bunarto Tjondro, Presiden Direktur ASII, menyatakan bahwa strategi diversifikasi bisnis membantu perseroan menghadapi tantangan di beberapa lini usaha. “Sebagian besar pendapatan berasal dari lini bisnis sepeda motor, jasa keuangan, infrastruktur, dan logistik,” kata Djony dalam keterangan resminya.

Laba bersih ASII dari bisnis jasa keuangan tumbuh 6% yoy menjadi Rp8,3 triliun pada 2024. Kemudian laba bersih dari bisnis agribisnis naik 9%, serta infrastruktur dan logistik melonjak 37%.

Sementara itu laba dari bisnis teknologi informasi meningkat signifikan sebesar 43% yoy, serta dari bisnis properti juga naik 56%.

Di sisi lain, beberapa segmen bisnis inti ASII mengalami tekanan. Laba bersih dari bisnis otomotif turun 2% yoy menjadi Rp11,2 triliun pada 2024. Sedangkan laba bersih dari bisnis alat berat, tambang, konstruksi, dan energi terkoreksi 5% menjadi Rp11,99 triliun.

Penurunan laba pada kedua bisnis inti tersebut, kata Djony, disebabkan oleh lesunya penjualan mobil dan harga batu bara. (KR)