Penjualan anjlok 19,61%, laba bersih SMMT terjun bebas

JAKARTA - Kinerja keuangan PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT), emiten pertambangan batu bara, mengalami penurunan signifikan sepanjang tahun 2024, termasuk laba yang merosot 86,15% year-on-year (yoy).
Penurunan laba bersih SMMT sejalan dengan penjualan SMMT yang anjlok 19,61% yoy, dari Rp1,02 triliun pada 2023 menjadi hanya Rp816,95 miliar per Desember 2024.
Di sisi lain, manajemen berhasil melakukan efisiensi dengan menekan beberapa pos beban. Beban umum, administrasi, dan penjualan mengalami penurunan signifikan sebesar 42,07% yoy menjadi Rp38,69 miliar, sementara beban pajak perseroan menyusut hingga 72,77% yoy menjadi Rp3,48 miliar.
Sementara, laba sebelum pajak perusahaan anjlok 86,06% yoy menjadi Rp39,04 miliar dari Rp280,05 miliar pada 2023, sementara laba bersih merosot tajam menjadi Rp33,85 miliar pada 2024 dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya, yang mencapai Rp244,44 miliar.
Dari sisi ekuitas, SMMT mencatat kenaikan 6,11% yoy menjadi Rp848,38 miliar. Namun, jumlah liabilitas meningkat 110,23% yoy menjadi Rp438. Maka, total aset perusahaan juga mengalami peningkatan 27,63% yoy menjadi Rp1,28 miliar. (EF/ZH)