BRMS - PT. Bumi Resources Minerals Tbk

Rp 354

-30 (-8,00%)

JAKARTA – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) tengah dalam tahap finalisasi fasilitas pinjaman untuk pengembangan tambang bawah tanah (underground mining).

Herwin Wahyu Hidayat, Direktur BRMS, mengonfirmasi bahwa proses finalisasi pinjaman masih berlangsung. "Estimasi jumlahnya US$200–300 juta. Saat ini finalisasi fasilitas pinjaman sedang on going," ujar Herwin, ketika dihubungi IDNFinancials.com Kamis (27/2) kemarin.

BRMS nantinya akan menggunakan fasilitas pinjaman tersebut untuk pendanaan proyek tambang emas di Poboya, Palu. Proyek itu digarap oleh salah satu anak usaha BRMS yaitu PT Citra Palu Minerals (CPM).

Saat ini, CPM telah mengoperasikan penambangan terbuka (open pit) di Poboya, Palu. Rata-rata kandungan emas yang diproses oleh CPM pada 2024 sekitar 1,5 gram per ton.

Sedangkan proyek underground mining CPM, ditargetkan mulai beroperasi pada semester kedua tahun 2027. Metode penambangan ini diyakini mampu menghasilkan kadar emas yang lebih tinggi.

“Artinya di akhir 2027 atau awal 2028, Produksi emas dari BRMS akan meningkat cukup signifikan,” ungkap Herwin. (KR)