ADHI catat kenaikan laba 17,98% di 2024, tapi pendapatan turun?

JAKARTA - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatat kenaikan laba bersih 17,98% year-on-year (yoy) menjadi Rp252,50 miliar pada 2024 dari Rp214,02 miliar pada tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan terbarunya, meskipun ADHI berhasil meningkatkan laba bersihnya, namun pendapatan usaha menurun cukup signifikan, susut hingga 33,48% yoy menjadi Rp13,35 triliun di tahun 2024 dari Rp20,07 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.
Mayoritas pendapatan ADHI berasal dari segmen teknik dan konstruksi, yang menyumbang Rp10,97 triliun pada pendapatan tahun 2024, diikuti segmen manufaktur Rp1,52 triliun, segmen properti dan pelayanan Rp488,81 miliar, dan segmen investasi dan konsesi Rp364,55 miliar.
Di saat pendapatan ADHI merosot, beban pokok pendapatan ikut turun 34% yoy menjadi Rp11,72 triliun. Sehingga, walaupun laba bruto ADHI anjlok 29,91% yoy menjadi Rp1,62 triliun di tahun 2024, marjin laba kotor justru meningkat dari 11,6% menjadi 12,2%.
Per 31 Desember 2024, ADHI mencatatkan jumlah aset Rp35,04 triliun, turun dari Rp40,49 triliun per 31 Desember 2023.
Berdasarkan riset Ina Sekuritas 19 Februari lalu, saham ADHI merupakan saham emiten konstruksi yang masih dinilai baik untuk dikoleksi. Hingga 11.12 WIB hari ini (5/3), saham ADHI menguat 2,81% menjadi Rp183. Namun, sejak awal tahun, sahamnya melemah 19,74%. (DH/ZH)