TOBA - PT. TBS Energi Utama Tbk

Rp 312

+2 (+1,00%)

JAKARTA - PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) telah mencapai tanggal akhir pembiayaan (financial closing date) untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung di Tembesi, Batam.

Penyelesaian pembiayaan ini menandai langkah penting TOBA, dalam mempercepat transformasi menjadi perusahaan energi berkelanjutan pada 2030.

Selain PLTS Terapung di Batam, TOBA juga telah mencapai tanggal operasi komersial (Commercial Operation Date/COD) untuk Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) di Lampung. Kedua proyek ini menjadi bagian dari strategi TOBA dalam mengembangkan energi terbarukan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Dicky Yordan, Presiden Direktur TOBA, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah komitmen perusahaan dalam mendukung transisi energi di Indonesia.

"TOBA juga terus memperkuat posisinya sebagai pemain utama di sektor energi terbarukan, sejalan dengan visi jangka panjang perusahaan," kata Dicky, dalam keterangan resmi, Kamis(6/3) lalu.

Proyek PLTS Terapung di Tembesi menjadi  langkah strategis dalam pemanfaatan energi surya secara efisien.

"Dengan kapasitas terpasang sebesar 46 MWp, pembangkit listrik ini dikembangkan melalui kerja sama dengan PLN Nusantara Power dan diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan bauran energi terbarukan nasional," katanya.

Setelah financial closing, TOBA akan segera memulai konstruksi PLTS terapung dengan target COD pada kuarta keempat (Q4) 2025.

Sebelumnya, TOBA juga telah menyelesaikan pembangunan PLTM Sumber Jaya di Lampung, yang resmi beroperasi sejak 22 Januari 2025. Pembangkit berkapasitas 6 MW ini memasok energi bersih ke wilayah Sumatera bagian Selatan.

Keberhasilan proyek-proyek ini, kata Dicky, tidak lepas dari dukungan mitra pelaksana dan lembaga keuangan, termasuk PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Pendanaan yang solid dari institusi keuangan ini semakin memperkuat kesiapan TOBA dalam mempercepat pengembangan energi hijau di Indonesia. (DK/KR)