Harga turun, dua direksi BBNI borong total 430.100 saham

JAKARTA - Direksi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) memanfaatkan momentum penurunan harga saham, dengan melakukan pembelian dalam jumlah besar.
Direktur Utama BBNI, Royke Tumilaar, dan Direktur Digital and Integrated Transaction Banking BBNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, menambah kepemilikan saham mereka di bank pelat merah tersebut dengan total 430.100 lembar.
Dengan rincian, Royke Tumilaar membeli 186.200 saham BBNI di harga Rp4.030 per lembar, menghabiskan dana sebesar Rp750,38 juta. Setelah transaksi ini, kepemilikan Royke di BBNI meningkat menjadi 6,20 juta lembar atau setara 0,0166% saham.
Sementara itu, Paolo melakukan dua kali transaksi pembelian, yakni 243.900 saham pada harga Rp4.100 per lembar dan 24.400 saham pada harga Rp4.110 per lembar. Setelah transaksi, porsi saham Paolo bertambah menjadi 3,07 juta lembar atau 0,08% dari total saham beredar.
"Secara total, Paolo memborong 268.300 saham dengan nilai sekitar Rp1,1 miliar," kata Royke dalam keterbukaan informasi, Jumat (7/3).
Transaksi ini berlangsung pada 28 Februari 2025. Keduanya menyatakan tujuan dari transaksi ini adalah investasi.
Dalam lima hari terakhir, harga saham BBNI naik 8,83%. Namun, pada perdagangan sesi I Jumat (7/3), hingga pukul 9.10 WIB, harga saham BBNI turun 1,96% ke level Rp4.490 per lembar. (DK/KR)