Didorong “naik kelas”, BNLI masih fokus pada pertumbuhan

JAKARTA – PT Bank Permata Tbk (BNLI) masih berfokus pada pertumbuhan jangka panjang alih-alih mengejar status Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 4 sesuai imbauan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
KBMI adalah kategorisasi bank oleh OJK berdasarkan modal inti yang dimiliki, yang diatur dalam POJK Nomor 12/POJK.03/2021. KBMI 1 adalah bank dengan modal inti sampai dengan Rp6 triliun, sedangkan KBMI 2 adalah bank dengan modal inti maksimal Rp14 triliun. KBMI 3 adalah bank dengan modal inti maksimal Rp70 triliun, dan KBMI 4 adalah bank dengan modal inti lebih dari Rp70 triliun.
Hingga kini, bank yang memiliki status KBMI 4 di Indonesia hanya 4, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).
Sementara itu, BNLI masih menyandang status KBMI 3. Namun, dengan modal inti kini menembus angka Rp40,1 triliun, Bank Permata menduduki peringkat atas di antara bank KBMI 3 lainnya.
Pada September 2024 lalu, OJK sempat mengirimkan sinyal kepada Permata Bank untuk meningkatkan lagi permodalannya agar mampu “naik kelas” ke KBMI 4.
Menanggapi hal ini, Meliza M. Rusli, Direktur Utama BNLI, pada Paparan Publik 2024 hari ini (7/3), menegaskan bahwa Permata Bank tidak hanya akan fokus mengejar status KBMI 4, namun juga harus mempertimbangkan pertumbuhan dalam jangka panjang.
“Kami akan fokus mengimplementasikan target kami dalam jangka panjang. Supaya modal yang kami miliki dapat digunakan untuk mengembangkan bisnis secara lebih berkelanjutan,” jelas Meliza. (ZH)