BMRI - PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk

Rp 5.200

+50 (+1,00%)

JAKARTA - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan pertumbuhan kredit 19,5% year-on-year (yoy) menjadi Rp1.670,55 triliun pada 2024. Angka ini jauh melampaui rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional, berada di level 10,39% yoy menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Darmawan Junaidi, Direktur Utama BMRI, menjelaskan kinerja kredit (secara net) tumbuh Rp225 triliun pada 2024. Tanpa didukung pertumbuhan kredit BMRI, kata Darmawan, pertumbuhan industri perbankan di 2024 mungkin hanya tumbuh 8,4%.  

Untuk mendukung pertumbuhan kredit, BMRI mengoptimalkan ekosistem bisnis, memperluas jangkauannya, dan mengembangkan layanan untuk ritel dan segmen menengah.

“Kami memiliki sumber daya yang kuat untuk bertumbuh di segmen ritel dan menengah ke bawah. Dengan kemudahan akses digital, masyarakat dapat menikmati layanan kami di mana saja selama ada koneksi internet,” tambah Darmawan.

Untuk menjaga keseimbangan likuiditas, BMRI melepas beberapa portofolio deposito guna menekan biaya dana. Hasilnya, pada Januari 2025, LDR telah kembali turun ke level 93%, mendekati 92%, menunjukkan pertumbuhan yang sehat dan sesuai strategi bank.

“Pertumbuhan ini tetap terjaga dalam koridor yang sehat. Kami memastikan ekspansi dilakukan dengan perhitungan matang agar tetap memberikan manfaat maksimal bagi industri dan ekonomi nasional,” ujar Darmawan, dalam pernyataan resminya di Jakarta, dikutip Jumat (7/3).

Pada 2025, BMRI menargetkan pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibandingkan industri, meskipun tantangan seperti tekanan biaya dana diperkirakan masih akan berlanjut. Namun Darmawan optimistis, laba bank akan terus meningkat dengan kinerja awal tahun yang sangat positif.

Per Januari 2025, laba individu BMRI tumbuh 4,46% yoy menjadi Rp4 triliun, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan laba Desember 2024 yang hanya 1,31% yoy.

“Ke depan, tantangan terbesar bagi kami adalah bagaimana menjaga performa tetap unggul di tengah dinamika ekonomi,” kata Darmawan. (EF/KR)