Laba Harita Nickel tumbuh 13,5%
%20HARITA/Pabrik%20HPAL%20Harita%20Nickel.jpg)
JAKARTA - PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel, emiten tambang nikel terintegrasi, mencetak laba bersih Rp6,4 triliun pada 2024, naik 13,5% year-on-year (yoy) dari Rp5,6 triliun di 2023.
Kinerja laba bersih NCKL sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, yang tumbuh 13% pada 2024, menyentuh Rp27 triliun.
Lini bisnis pengolahan nikel masih jadi penopang pendapatan NCKL pada 2024, dengan kenaikan 11,6% menjadi Rp23,2 triliun.
Lini bisnis tambang nikel juga tumbuh pesat, dengan kenaikan 22,9% menjadi Rp3,8 triliun pada 2024.
Dengan beban pokok yang membengkak 18,8%, pertumbuhan laba kotor tersendat, hanya mampu naik 2% menjadi Rp8,5 triliun. Hal ini membuat margin laba kotor tergelincir menjadi 31,3% pada 2024 dari 34,7% di tahun sebelumnya.
Di sisi lain, berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), EBITDA perseroan mampu tumbuh 11,3% menjadi Rp11,2 triliun di akhir 2024. Namun, marginnya melambat ke 41,4% dari 42,1%. (ZH/KR)