Meski pendapatan RSCH naik 15,04%, namun kerugian tumbuh 216,11%

JAKARTA - Meski pendapatan PT Charlie Hospitals Semarang Tbk (RSCH) naik 15,04%, namun kerugian emiten ini tumbuh 216,11% pada 2024 dari tahun 2023. Hal ini dipengaruhi kenaikan pada beban pokok pendapatan dan beban usaha.
Dalam Laporan Keuangan Tahun 2024 dikutip Jumat (28/3), Junianto, Direktur Utama RSCH menyampaikan pendapatan perusahaan naik menjadi Rp48,50 miliar dari Rp42,15 miliar. Pendapatan terbesar dari segmen Rawat Inap Rp29,34 miliar, diikuti segmen Rawat Jalan Rp19,15 miliar.
Pendapatan dari segmen Rawat Inap yakni, Jasa Penunjang Medis dan Tenaga Ahli sebesar Rp19,18 miliar, naik dari Rp15,98 miliar, Obat dan Perlengkapan Medis Rp5,40 miliar, naik dari Rp5,14 miliar, Kamar Rawat Inap dan Operasi Rp3,92 miliar, naik dari Rp3,88 miliar, Fasilitas Rumah Sakit Rp346 juta, turun dari Rp391 juta, dan Pendapatan Administrasi dan Lainnya Rp481 juta, turun dari Rp581 juta.
Sementara itu, kontributor pada segmen Rawat Jalan Inap yakni, Jasa Penunjang Medis dan Tenaga Ahli sebesar Rp12,67 miliar, naik dari Rp10,35 miliar, Obat dan Perlengkapan Medis Rp5,12 miliar, naik dari Rp4,25 miliar, Fasilitas Rumah Sakit Rp123 juta, turun dari Rp151 juta, dan Pendapatan Administrasi dan Lainnya Rp1,22 miliar, turun dari Rp1,42 miliar.
Laba kotor Rp13,88 miliar, naik 16,23% dari Rp11,94 miliar dan margin laba kotor 28,62%, naik tipis dari 28,33%. Kenaikan beban usaha 27,43% menyebabkan rugi kotor melesat 122% menjadi Rp3,14 miliar dari Rp1,41 miliar. Selain itu, rugi sebelum pajak penghasilan naik 211,6% menjadi Rp4,08 miliar dari Rp1,31 miliar dan rugi tahun berjalan naik menjadi Rp3,15 miliar dari Rp1,11 miliar. (LK)