Laba Bank MNC tergerus 3,93%

JAKARTA - Laba PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) terkoreksi 3,93% menjadi Rp74,85 miliar pada 2024 dari Rp77,91 miliar di tahun 2023, seiring penurunan pendapatan bunga bersih. Namun, pendapatan emiten ini masih menjadi penyumbang terbesar terhadap pendapatan induk usahanya, PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP).
Mengutip Laporan Keuangan Tahun 2024 pada Rabu (2/4), Rita Montagna, Direktur Utama BABP menyampaikan jumlah pendapatan bunga naik 6,39% menjadi Rp1,39 triliun dari Rp1,31 triliun. Kontributor pendapatan yakni, segmen Bunga sebanyak Rp1,34 triliun, naik dari Rp1,25 triliun dan Provisi dan Komisi Kredit Rp51,49 miliar, melandai dari Rp59,02 miliar. Sementara itu, pendapatan bunga bersih merosot 13,92% menjadi Rp520,49 miliar dari Rp604,71 miliar disebabkan kenaikan jumlah beban bunga.
Laba operasional emiten ini anjlok 27,96% menjadi Rp75,64 miliar dari Rp105,01 miliar. Namun, pendapatan non operasional bersih naik 10,51% menjadi Rp18,15 miliar dari Rp16,42 miliar berkat kenaikan signifikan 132,04% pada pendapatan non operasional di segmen hasil sewa.
Pendapatan BBAP menyumbang 45,3% terhadap total pendapatan BCAP sebesar Rp3,32 triliun pada tahun 2024. Kontributor lainnya yakni unit bisnis MNC Life 20,7%, MNC Insurance 9,5%, MNC Finance 7,8%, MNC Sekuritas 7,7%, MNC Leasing 5,1%, MNC Teknologi Nusantara 1,5%, FM Digital Solution 0,9%, MNC Asset Management 0,5%, dan Lainnya 0,9%. (LK)