GGRM - PT. Gudang Garam Tbk

Rp 10.200

-150 (-1,00%)

JAKARTA – Perusahaan rokok PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatatkan laba bersih sebesar Rp981 miliar pada 2024, anjlok 81% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp5,3 triliun.

Menurut laporan keuangan terbaru, penurunan laba bersih GGRM sejalan dengan pendapatan yang turun 17% dari Rp119 triliun pada 2023 menjadi Rp99 triliun di 2024. Dalam enam tahun terakhir pendapatan perusahaan jatuh di bawah Rp100 triliun.

Penjualan rokok Sigaret Kretek Mesin (SKM), yang menjadi andalan perusahaan, mengalami penurunan sebesar 9% menjadi Rp87 triliun pada tahun 2024.

Sementara itu, sektor non-rokok pun menambah beban perusahaan. Segmen infrastruktur dan karton malah mencatat kerugian masing-masing sebesar Rp377 miliar dan Rp104 miliar.

Di sisi lain, beban produksi rokok mencapai angka 90% dari total pendapatan perusahaan. Biaya pita cukai dan pajak rokok yang melonjak hingga Rp74 triliun menjadi faktor utama yang menekan margin keuntungan. Beban usaha perusahaan juga mengalami kenaikan sebesar 5%, menjadi Rp7,7 triliun.

Menurut data IDNFinancials.com, GGRM mengalami penurunan total aset 8,13% menjadi Rp84,93 triliun per 31 Desember 2024. Sementara total ekuitas perusahaan mencapai Rp61,91 triliun, mengalami kenaikan tipis dari tahun 2023 yang sebesar Rp60,86 triliun.(DH)