Pendapatan meroket, rugi LABA membengkak 121,3%

JAKARTA – PT Green Power Group Tbk (LABA) mencatatkan kerugian membengkak signifikan hingga 121,3% year-on-year (yoy) pada 2024, walaupun pendapatannya melesat hingga 94,6%.
Berdasarkan laporan keuangan terbarunya, pendapatan LABA melonjak dari Rp11,1 miliar di 2023 menjadi Rp21,6 miliar pada tahun 2024.
Pendapatan didominasi oleh penjualan ke PT Green City Traffic, perusahaan start-up di bidang kendaraan listrik (EV), yang tercatat mencapai Rp16,2 miliar pada 2024.
Walaupun pendapatan tumbuh tiga digit, beban pokok penjualan LABA juga membengkak 113,3% menjadi Rp19,7 miliar, sementara beban umum dan administrasi melambung 63,3% menjadi Rp12,4 miliar.
Hal ini lantas menekan kinerja bottom line perseroan, membuatnya harus mencatatkan rugi yang melonjak hingga 121,3% menjadi Rp8,7 miliar pada 2024.
Sebagai catatan, LABA mengalami pergantian pemegang saham pengendali setelah masuknya PT Nev Stored Energy (NSE) pada Juli 2024 lalu, diikuti perubahan nama perseroan dari PT Ladangbaja Murni Tbk menjadi PT Green Power Group Tbk.
Seperti yang tercermin dari perubahan namanya, masuknya investor baru ini juga membuat fokus bisnis perseroan bergeser, dari awalnya produsen produk baja, kini bergerak di sektor baterai kendaraan listrik.
Terkait dengan masuknya investor strategis ini, pada 5 Agustus hingga 5 September 2024, saham LABA pernah melonjak hingga 276,21% dan mendarat pada level tertingginya, yaitu Rp775 per saham.
Namun, kini, harga LABA berangsur turun. Bahkan, sejak awal tahun, harga sahamnya sudah anjlok 62,25%, dan kini tercatat pada level Rp114 per saham. (ZH)