Laba HMSP tergerus 17,92%

JAKARTA - Pendapatan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) tumbuh 1,63%, namun laba bersih emiten ini tergerus 17,92% pada 2024 dari tahun 2023. Kenaikan beban pokok pendapatan menyebabkan penurunan laba kotor pada periode yang sama.
Mengutip Laporan Keuangan Tahun 2024 pada Kamis (3/4), The Ivan Cahyadi, Presiden Direktur HMSP menyampaikan penjualan perusahaan tercatat Rp117,88 triliun, naik dari Rp115,98 triliun. Penjualan ke pasar domestik sebanyak Rp116,04 triliun atau 98,84% terhadap total pendapatan dan sisa 1,16% atau Rp1,83 triliun merupakan pendapatan dari ekspor.
Penjualan di pasar domestik terdiri atas; Sigaret Kretek Mesin (SKM) Rp66,24 triliun, turun dari Rp68,92 triliun, Sigaret Kretek Tangan (SKT) Rp40,22 triliun, naik dari Rp35,94 triliun, Sigaret Putih Mesin (SPM) Rp6,83 triliun, merosot dari Rp8,06 triliun, Sigaret Putih Tangan (SPT) Rp910,62 miliar, naik dari Rp999,60 miliar, Produk Bebas Asap Rp1,70 triliun, naik dari Rp953,13 miliar, dan Lainnya Rp125,16 miliar, tumbuh dari Rp91,71 miliar.
Emiten ini membukukan laba kotor Rp18,53 triliun, turun 4,12% dari Rp19,33 triliun dan margin laba kotor di level 15,72%, terkoreksi dari margin laba kotor tahun 2023 di posisi 16,66%. Sejalan dengan itu, laba sebelum pajak penghasilan turun 9,69% menjadi Rp8,68 triliun dari Rp10,31 triliun dan laba yang diatribusikan ke entitas induk turun menjadi Rp6,64 triliun dari Rp8,09 triliun. (LK)