Industri semen lesu, laba SMGR terkoreksi 66,8%

JAKARTA – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) membukukan laba bersih tergerus signifikan pada 2024, anjlok 66,8% year-on-year (yoy). Hal ini sejalan dengan lesunya industri semen dalam negeri, yang tercermin pada pendapatan yang menurun.
Berdasarkan Laporan Keuangan 2024, pendapatan SMGR menyusut 6,4% menjadi Rp36,2 triliun pada akhir Desember lalu.
Penjualan semen ke pihak ketiga masih mendominasi pendapatan SMGR di 2024, dengan kontribusi mencapai Rp27,2 triliun, walau turun 8,21% dari Rp29,6 triliun yang tercatat di 2023.
Namun, kontraksi pada pendapatan tidak diikuti dengan penurunan beban pokok pendapatan, sehingga membuat laba kotor ambles 22,1% menjadi Rp7,9 triliun pada 2024.
Pada akhirnya, laba bersih SMGR terpangkas hingga 66,8% pada 2024, dari Rp2,2 triliun menjadi hanya Rp719,8 miliar.
Penurunan laba bersih SMGR sudah terekam sejak kuartal-I tahun 2024, turun 16%. Lalu di semester-I, labanya terkoreksi semakin parah menjadi 42,1%, dan masih turun 58% di kuartal-III 2024.
Menurut analisis PT Ina Sekuritas Indonesia yang pernah dipublikasikan di IDNFinancials.com, industri semen Indonesia memang tengah menghadapi banyak tantangan, mulai dari persaingan usaha yang ketat, oversupply, hingga pemangkasan anggaran infrastruktur pemerintah. (ZH)