MEDC - PT. Medco Energi Internasional Tbk

Rp 1.025

-5 (0%)

JAKARTA – Kinerja laba bersih PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) meningkat 10.9% year-on-year (yoy) di 2024, didukung oleh pertumbuhan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dan kontribusi penuh Blok Oman 60.

Pendapatan MEDC sebenarnya hanya tumbuh 7% menjadi US$2,4 miliar pada 2024. Selain itu, laba kotor juga turun 10% menjadi US$933 juta.

Hal ini sejalan dengan produksi minyak dan gas (migas) yang turun menjadi 152 juta barel setara minyak per hari (BOEPD) pada 2024, didorong oleh peningkatan penyaluran gas dari aset Sumatra Selatan dan Corridor.

Tak hanya itu, penjualan kelistrikan juga tercatat terkoreksi menjadi 4.108 GWh pada 2024, dengan 20% berasal dari sumber energi terbarukan.

Namun, EBITDA naik tipis 1% menjadi US$1,3 miliar. “Dengan kontribusi penuh dari Oman 60, yang mengimbangi penurunan working interest di Corridor,” sebut manajemen dalam lembar paparan publiknya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Laba bersih konsolidasian MEDC akhirnya mendarat di angka US$367 juta pada 2024, ditopang oleh kontribusi laba bersih berulang dari AMMN, yang melesat menjadi US$133 juta.

"Saya sangat puas dengan kinerja operasional dan keuangan kami, yang menunjukkan kesigapan dan disiplin MedcoEnergi," ungkap Hilmi Panigoro, Direktur Utama MEDC.

Untuk 2025, MEDC mengalokasikan belanja modal US$400 juta untuk segmen migas, termasuk perpanjangan PSC Natuna, Sampang, dan Bangkanai. Namun, target produksi migas MEDC cukup moderat di tahun ini, hanya menyasar 145-150 juta BOEPD.

Di sisi lain, dari segi energi terbarukan, MEDC menganggarkan US$30 juta untuk menargetkan operasi komersial PLTP Ijen pada Q1 2025, dan PLTS Bali Timur pada Q2 2025, yang diproyeksikan akan menunjang kenaikan penjualan ketenagalistrikan hingga 4.500 GWh tahun ini. (ZH)