SMDR - PT. Samudera Indonesia Tbk

Rp 230

-2 (-1,00%)

JAKARTA- PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) meraup laba US$76,97 juta pada 2024, merosot 30% dari tahun 2023 senilai US$109,99 juta. Penurunan laba dipengaruhi kenaikan beban keuangan, termasuk rugi entitas asosiasi dan ventura bersama.

Mengutip Laporan Keuangan Tahun 2024 pada Kamis (3/4), Bani Maulana Mulia, Direktur Utama SMDR menyampaikan perusahaan mencetak pendapatan US$707,40 juta, terkoreksi 4,53% dari US$772,40 juta. Penurunan pendapatan perusahaan dari segmen utama yakni Jasa Angkutan Laut.

Segmen Jasa Angkutan Laut menyumbang pendapatan senilai US$487,56 juta, turun dari US$548,81 juta, Kegiatan Keagenan, Forwarding dan Kegiatan Pelabuhan US$104,97 juta, naik dari US$100,30 juta, Jasa Penanganan Peralatan Peti Kemasan dan Muatan US$72 juta, naik dari US62,12 juta, dan Pendapatan Sewa Kapal Berbasis Waktu US$50,63 juta, naik dari US$34,33 juta, dan Lainnya US$22,22 juta, turun dari US$26,83 juta.

Laba kotor melandai 2,83% menjadi US$149,40 juta dari US$153,76 juta, margin laba kotor 20,26%, naik dari margin laba kotor sebelumnya 19,90%, dan laba sebelum pajak penghasilan turun 28,54% menjadi US$84,70 juta dari US$118,53 juta.

Sebelumnya, Bani menjelaskan, mayoritas armada perusahaan beroperasi di pasar internasional dengan pendapatan dalam dolar Amerika Serikat (AS). Oleh karena itu, penguatan dolar AS terhadap rupiah tidak memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap kinerja perusahaan.

"Kami memiliki dua segmen bisnis dengan dampak yang berbeda. Untuk kapal yang beroperasi di pasar internasional, sebagian besar pendapatan diperoleh dalam dolar AS. Dengan demikian, ketika dolar menguat, hal ini tidak berdampak merugikan bagi kami," ujar Bani, Rabu (26/3).

Penjelasan Bani selengkapnya bisa dibaca di sini. (LK)

(LK)