INKP - PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk

Rp 4.920

+70 (+1,00%)

JAKARTA – PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), dua emiten di bawah APP Indonesia milik Grup Sinarmas, membukukan pendapatan yang menurun sekitar 8% year-on-year di 2024. Namun, pertumbuhan laba bersihnya terlihat jauh berbeda.

Dikutip dari lembar paparan publiknya, INKP mencatatkan penjualan neto turun 8,14% menjadi US$3,2 miliar pada 2024.

Hal ini sejalan dengan volume penjualan pulp, kertas budaya, serta kertas industri dan tisu yang turun 4,6% secara rata-rata menjadi total 5.069 ribu ton. Volume produksi INKP pun stagnan di 2024; secara total hanya naik tipis menjadi 6.611 ribu ton.

Sementara itu, TKIM juga membukukan penjualan neto yang menyusut 8,26% menjadi US$985,2 juta di 2024. Meskipun penjualan kertas budaya turun menjadi 675 ribu ton, volume penjualan kertas industri naik menjadi 515 ribu ton di 2024.

Raihan tersebut sejalan dengan kinerja operasional TKIM tahun 2024, yang mencatatkan volume produksi kertas budaya turun menjadi 707 ribu ton, sedangkan produksi kertas industri tumbuh menjadi 625 ribu ton.

Namun, pada akhirnya, beban INKP yang lebih besar membawa laba bersihnya hanya mampu bergerak maju 3,12% di 2024 menjadi US$424,3 juta, sedangkan laba bersih TKIM berhasil melesat 72,74% menjadi US$297,14 juta di 2024.

Namun, dari segi posisi keuangan, aset TKIM masih kalah dengan INKP, yang mencapai US$11,7 miliar per Desember 2024, dengan kas dan setara kas mencapai US$1,77 miliar.

Berdasarkan keterbukaan informasi, aset TKIM hanya tumbuh tipis menjadi US$3,86 miliar per Desember 2024, dengan kas dan setara kas US$185,1 juta.

Hingga Kamis, 27 Maret 2025, harga INKP ditutup di level Rp4.920 per lembar, dengan market cap senilai Rp26,9 triliun, sedangkan TKIM ditutup di level Rp4.900 per lembar, dengan market cap senilai Rp15,3 triliun.

Sebagai catatan, kedua emiten ini dikendalikan oleh PT APP Purinusa Ekapersada, atau APP Indonesia milik Grup Sinarmas, dengan porsi APP di INKP mencapai 57,12%, sedangkan porsi APP di TKIM setara 59,67%. (ZH)