Dow Jones Futures merosot usai Trump umumkan kenaikan tarif impor

JAKARTA – Kontrak berjangka (futures) dalam Dow Jones Industrial Average (DJIA) terkoreksi 2,5%, atau 1.064 poin, usai Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan tarif impor minimal 10% pada beberapa negara, efekif 5 April 2025.
Dikutip dari cnbc.com, tidak hanya kontrak berjangka Dow Jones, kontrak berjangka dalam S&P 500 juga ambles 3,1%, sedangkan kontrak berjangka dalam Nasdaq turun lebih dalam lagi, hingga 3,4%.
Selain kontrak berjangka, saham-saham perusahaan multinasional AS juga tumbang, terutama mereka yang mengandalkan penjualan berbagai barang impor, seperti toko retail Five Below (-11%), Dollar Tree (-10,7%), dan GAP (-9%).
Nike dan Apple mencatatkan pelemahan di sesi perdagangan sebelum jam pasar reguler (premarket trading) hingga 9% dan 7% imbas tarif balasan Trump.
Saham-saham perusahaan teknologi seperti Nvidia dan Tesla juga turun 3,5% dan 4,1%. Lesunya saham AS juga diduga dipicu sentimen investor AS yang mulai meninggalkan saham volatill untuk berpindah ke aset yang lebih aman.
Dalam wawancara dengan cnbc.com, Art Hogan, Chief Market Strategist B. Riley Wealth Management, menyebutkan bahwa rontoknya saham dan kontrak berjangka AS pacapengumuman tarif balasan Trump merupakan cerminan keterkejutan atas tarif yang lebih tinggi daripada perkiraan pasar.
“Tingkat komplikasi [dari pengumuman kebijakan yang tidak terarah], ditambah tarif baru yang luar biasa tinggi, lebih parah dari yang dibayangkan, dan [dampaknya] terhadap pasar belum diperhitungkan,” jelas Art. (ZH)