DRMA optimistis ekspor terkerek saat AS dan Mexico perang tarif

JAKARTA - PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) optimistis volume ekspor komponen otomotif ke Amerika Serikat (AS) terkerek seiring rencana Presiden AS Donald J.Trump menaikkan tarif impor dari Mexico. Hal itu disampaikan Irianto Santoso, Direktur Utama DRMA dalam wawancara khusus IDNFinancials.com dan Suara.com pada pekan lalu (25/3).
"Kami saat ini ada tiga pabrik yang sedang dalam penyelesaian. Pertama, pabrik di Plumbon di Cirebon. Itu adalah ekspansi perluasan dari anak perusahaan kami, joint venture Dharma Kyungshin Indonesia. Seperti diketahui bahwa mulai Mei tahun 2024, kami ekspor perdana ke Amerika, ke Montgomery, di mana in average dari Mei-Desember 2024, itu kan kira-kira delapan bulan. Itu kami export jumlahnya 88 kontainer yang 40 feet secara total, artinya setiap bulan rata rata di 11 kontainer dalam delapan bulan," katanya.
Menurut dia, realisasi volume ekspor tersebut berpeluang naik seiring rencana Donald J. Trump mengenakan tarif 25% barang impor dari Mexico. Rencana itu akan mendorong kenaikan harga-harga peralatan dan produk otomotif lainnya. "Itu merupakan opportunity juga buat kami karena jangan lupa, kami ekspor ke AS sebetulnya menggantikan yang selama ini mereka beli dari Meksiko. Saat ini, kami baru melayani dua model kendaraan Hyundai dan tiga model KIA di AS," katanya.
Disampaikannya perusahaan memasok 30% kebutuhan ekuipmen dari satu model kendaraan Hyundai dan KIA di AS sehingga masih tersisa 70% peluang komponen kendaraan yang dapat diisi oleh perusahaan. Belum lagi kebutuhan komponen dari model lannya kendaraan Korea itu di AS.
"Oleh karena itu, kami memutuskan memperluas pabrik. Jangan lupa, Darma Kyungshin Indonesia pabrik yang sekarang itu luasnya 3 lantai juga tanahnya 1 hektar (ha), tapi luas bangunannya kira-kira 17 ribu m3 karena 3 lantai yang sekarang yang kami lakukan ekspansi itu tanahnya 2 ha bangunannya akan 23 ribu m3 jadi lebih besar dari pabrik yang sekarang," katanya. (LK)