Perang tarif Trump picu aksi jual global, bursa saham Eropa turun 2,7%

DUBLIN - Bursa saham Eropa ditutup melemah pada Kamis (3/4) setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tarif reciprocal yang memicu aksi jual secara global.
Indeks Stoxx Europe 600 turun 2,7%, FTSE 100 Inggris merosot 1,6%, DAX Jerman anjlok 3,1% dan CAC 40 Prancis mencatatkan penurunan 3,31%. Beberapa bursa di negara lain seperti Austria, Belgia, Denmark, Finlandia terpantau melemah antara 1% hingga 4%.
Sebelumnya pada Rabu (2//4), Presiden AS mengumumkan kenaikan tarif dasar sebesar 10% untuk semua impor ke AS dan tarif sebesar 20% untuk barang-barang dari Uni Eropa, serta tarif yang lebih tinggi sebesar 25% untuk mobil impor yang akan segera berlaku.
Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, mengatakan di X bahwa tarif universal AS merupakan pukulan besar bagi pelaku bisnis dan konsumen di seluruh dunia. "Eropa siap merespons. Kami akan selalu melindungi kepentingan dan nilai-nilai kami. Kami juga siap untuk berdialog," tulisnya dikutip Nasdaq.
Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron, mendesak perusahaan-perusahaan Prancis untuk menghentikan rencana investasi di AS, dengan mengatakan bahwa tarif tersebut mengejutkan perdagangan internasional.
Saham dari berbagai sektor mencatatkan penurunan tajam termasuk pertambangan, energi, ritel, dan maskapai penerbangan. Di tengah bursa saham yang melemah, saham-saham perusahaan farmasi masih bertahan karena sektor ini tidak dikenakan tarif reciprocal, namun kelonggaran tersebut mungkin tidak akan bertahan lama karena Gedung Putih masih punya rencana lanjutan.
Direktur Jenderal WTO, Ngozi Okonjo-Iweala, telah mengeluarkan pernyataan terkait tarif baru AS, “Tindakan ini, ditambah dengan kebijakan yang diperkenalkan sejak awal tahun, dapat menyebabkan kontraksi secara menyeluruh sekitar 1% dalam volume perdagangan global tahun ini, yang mewakili revisi penurunan hampir 4 poin persentase dari proyeksi sebelumnya,” ujarnya dikutip The Guardian. (LM/KR)