Gan Kim Yong: Singapura kecewa dengan tarif 10% AS

DUBLIN - Wakil Menteri Perdana Menteri Singapura, Gam Kim Yong mengatakan bahwa Singapura kecewa dengan tarif dasar 10% oleh Amerika Serikat.
Padahal Singapura dikenakan tarif dasar 10% pada impor yang diberlakukan oleh Trump, jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara, di mana enam negara kena tarif antara 32% hingga 49%.
“Kami kecewa karena hubungan ekonomi dan perdagangan kami kuat dan telah berlangsung lama dengan AS di bawah Perjanjian Perdagangan Bebas AS-Singapura, kami tetap dikenakan tarif dasar 10%,” kata Gam Kim Yong dalam konferensi pers.
Gam Kim Yong menambahkan, Singapura mampu mengambil langkah balasan dan juga mencari resolusi sengketa. Namun hal itu tidak dilakukan, karena tarif balasan hanya akan menambah biaya impor dari AS.
Kekhawatiran terbesar Singapura saat ini adalah dampak yang ditimbulkan dari rangkaian tarif di masa depan. “Karena kami dapat melihat bahwa beberapa negara sudah mulai mengumumkan tarif balasan. Dan jika ini terus berlanjut, hal ini dapat berkembang menjadi perang dagang global, yang akan menyebabkan perlambatan signifikan dalam ekonomi global,” ujarnya.
Menurut laman United States Trade Representative, perdagangan dengan Singapura mencatatkan surplus US$2,8 miliar pada 2024, naik 84,4% dari tahun sebelumnya. (LM/KR)