Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq catat penurunan terburuk sejak 2020

JAKARTA – Kebijakan tarif impor balasan Trump minimal 10% pada sejumlah negara, yang baru diumumkan Rabu (2/4) waktu setempat, membuat tiga indeks saham utama AS—Dow Jones Industrial Average (DJIA), Nasdaq, dan S&P 500—tumbang.
Setelah kontrak berjangka Dow Jones terdampak kemarin (3/4), kini Dow Jones Industrial Average (DOW30) juga mencatatkan koreksi hingga 3,98%, ambles 1.679,45 poin menjadi 40.545,87 pada Jumat (4/4). Ini merupakan penurunan terparah dalam satu hari sejak Juni 2020.
Tidak hanya itu, Nasdaq juga mencatatkan penurunan hingga 5,97%, terburuk sejak Maret 2020, menurut cnbc.com. Dalam sehari perdagangan, Nasdaq turun 1.050,44 poin ke level 16.550,61.
S&P 500 juga anjlok 4,84% dalam sehari, yang merupakan koreksi terdalam sejak Juni 2020. Indeks ini turun 274,38 poin menjadi 5.396,59 pada Jumat (4/4).
Analis Indeks Senior untuk Dow Jones dan S&P, Howard Silverblatt, mengatakan penurunan tajam tersebut membuat S&P 500 mencatatkan kerugian hingga US$1,92 triliun dalam sehari.
Lebih lanjut sebagaimana dikutip cnbc.com, Chief Investment Strategist Sanctuary Wealth, Mary Ann Bartels, menyampaikan bahwa S&P 500 berpotensi terkoreksi lagi hingga 5-10%, menembus level 5.200-5.400.
Beberapa perusahaan global AS juga terdampak kebijakan tarif balasan ini, misalnya harga saham Nike yang anjlok 14%, GAP ambles 20%, hingga Apple yang menyusut 9%. (ZH/KR)