PGAS - PT. Perusahaan Gas Negara Tbk

Rp 1.555

+5 (+0%)

JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mengoptimalkan infrastruktur gas bumi untuk meningkatkan kinerja operasional dan keuangan perusahaan sepanjang 2024.

Arief S. Handoko, Direktur Utama PGAS, menyampaikan bahwa infrastruktur gas bumi berperan penting dalam menjamin keandalan pasokan energi untuk berbagai sektor, termasuk industri dan pembangkit listrik.

“Pengembangan dan utilisasi infrastruktur gas bumi akan terus menjadi prioritas kami,” kata Arief dalam keterangan resmi, Kamis (27/3).

Salah satu langkah utama yang dilakukan PGAS adalah pengoptimalan Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Lampung, yang berkontribusi terhadap peningkatan volume kontrak Terminal Usage Agreement (TUA) hingga 33% dari 54 BBTUD pada 2023 menjadi 72 BBTUD pada 2024.

"Langkah ini memperkuat pasokan gas bagi sektor pembangkit listrik dan industri nasional," katanya.

Di sektor transmisi, volume gas yang disalurkan PGAS mencapai 1.543 MMSCFD pada 2024. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan suplai dari lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB) melalui pipa Gresik-Semarang sebesar 48%, serta beroperasinya pipa transmisi Senipah-Balikpapan dengan volume 30 MMSCFD.

"Selain itu, penyaluran gas bagi pelanggan domestik melalui jaringan pipa utama juga mengalami pertumbuhan signifikan," tambahnya.

Dengan optimalisasi infrastruktur ini, PGAS membukukan pendapatan sebesar US$3,79 miliar pada 2024 atau naik 3,84% year-on-year (yoy). Kemudian laba PGAS juga meningkat 22,06% menjadi US$339,43 juta pada 2024. (DK/KR)