Bos DRMA Irianto Susanto yakin ekspor tumbuh meski AS naikkan tarif

JAKARTA - PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) optimistis dengan potensi kenaikan volume ekspor komponen otomotif ke Amerika Serikat (AS) seiring rencana Presiden AS Donald J.Trump menaikkan tarif impor dari Mexico dan negara mitra dagang lainnya.
Direktur Utama DRMA, Irianto Santoso, mengatakan bahwa perusahaan membangun tiga pabrik yang sedang dalam tahap penyelesaian. Pertama, pabrik di Plumbon di Cirebon, yang merupakan ekspansi perluasan pabrik dari anak perusahaan kami, joint venture Dharma Kyungshin Indonesia.
“Seperti diketahui bahwa mulai Mei tahun 2024, kami ekspor perdana ke Amerika, ke Montgomery, di mana in average dari Mei-Desember 2024, itu kan kira-kira delapan bulan. Itu kami export jumlahnya 88 kontainer yang 40 feet secara total, artinya setiap bulan rata rata di 11 kontainer," kata Irianto Santoso (tengah) dalam acara "Meet The CEO", sebuah program wawancara khusus IDNFinancials.com yang kali ini berkolaborasi dengan Suara.com, Selasa (25/3).
Dalam acara tersebut Irianto Santoso diwawancarai oleh Luther Kembaren, Redaktur IDNFinancials.com (kiri) dan Ria Rizki Nirmala Sari, Redaktur Suara.com (kanan).
Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai optimisme bos DRMA akan potensi kenaikan volume ekspor komponen otomotif ke AS ini, simak video lengkap berikut. (DK/LK)