INCO - PT. Vale Indonesia Tbk

Rp 2.270

-40 (-2,00%)

JAKARTA – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengakuisisi tambahan saham dalam entitas patungan miliknya, PT Bahodopi Nickel Smelting Indonesia (BNSI), seiring masuknya GEM Hong Kong International Co., Ltd (GEM) sebagai investor baru.

Wiwik Wahyuni, Chief of CEO Office and Corporate Secretary INCO, menjelaskan GEM telah membeli sebanyak 1 juta lembar saham di BNSI. Sementara INCO menambah 163,26 ribu lembar.

Transaksi ini mengubah struktur kepemilikan saham di BNSI secara signifikan. INCO kini memegang 960,89 ribu lembar saham dengan nilai nominal sekitar Rp960,88 miliar, sedangkan GEM menguasai 1 juta lembar saham dengan nilai nominal mencapai Rp1 triliun.

Akuisisi ini telah disahkan melalui akta pernyataan keputusan pemegang saham BNSI pada 13 Maret 2025, serta telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan HAM pada 26 Maret 2025.

“Transaksi ini tidak akan berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan,” ungkap Wiwik, dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (4/4).

Sebagai informasi, BNSI adalah perusahaan joint venture antara INCO dan mitranya. Entitas ini bertanggung jawab atas pembangunan dan pengoperasian pabrik pengolahan nikel di Bahodopi.

Sebelumnya pada November 2024, INCO dan GEM pernah bekerjasama dalam pembangunan pabrik pengolahan nikel berkonsep net zero emission dengan nilai investasi US$1,4 miliar.

Proyek ini akan memanfaatkan teknologi High-Pressure Acid Leaching (HPAL) dan berlokasi di Sulawesi Tengah, untuk menghasilkan hingga 60.000 ton nikel per tahun.

Pada penutupan perdagangan Kamis (27/3), harga saham INCO berada di level Rp2.270 per saham. Namun harga saham emiten tambang ini telah merosot 1,30% dalam sepekan, dan 17,45% dalam sebulan terakhir. (EF/KR)