SMDR raih peringkat idA+ dari Pefindo, prospek stabil

JAKARTA – PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) mendapatkan peringkat idA+ dengan prospek stabil dan idA+(sy) untuk SR Sukuk Ijarah I yang diterbitkan perusahaan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) berlaku 7 Maret 2025 hingga 1 Maret 2026.
Pefindo menyatakan peringkat ini mencerminkan posisi pasar SMDR yang kuat, portofolio bisnis pelayaran yang terdiversifikasi, serta fleksibilitas keuangan yang solid. Namun, ada beberapa faktor yang tetap menjadi perhatian, seperti kondisi makro ekonomi global dan leverage keuangan yang masih dalam kategori moderat.
Peringkat idA+ dapat meningkat jika SMDR berhasil memperkuat bisnis pelayaran nonkontainer, sehingga menghasilkan pendapatan yang lebih stabil. “Sebaliknya, peringkat bisa turun jika terjadi penurunan signifikan volume pengiriman, tekanan tarif angkutan yang lebih rendah dan kenaikan harga bahan bakar bunker yang tidak terkendali, serta kebijakan ekspansi yang terlalu agresif, yang meningkatkan utang tanpa diimbangi prospek pendapatan yang kuat,” jelas Pefindo, dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (4/4).
Sebagai perusahaan yang berdiri sejak 1964, SMDR telah membangun ekosistem bisnis pelayaran yang terintegrasi, mulai dari kontainer, curah kering, kapal tanker, hingga jasa kepelabuhanan dan logistik peti kemas. Saat ini struktur pemegang saham SMDR, per 31 Desember 2024, yaitu: PT Samudera Indonesia Tangguh (57,98%), PT Ngrumat Bondo Utomo (15,79%), manajemen (0,70%), publik (25,53%)
Pada penutupan perdagangan Kamis (27/3), harga saham SMDR berada di level Rp230 per saham. Namun, harga saham dalam sepekan merosot 0.86%, dan 3.36% dalam sebulan terakhir. (EF)