Deretan taipan dunia yang merugi US$208 miliar akibat tarif Trump

JAKARTA – Total kerugian sejumlah orang terkaya di dunia mencapai US$208 miliar sejak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan tarif resiprokal kepada 52 negara mitra dagang.
Angka kerugian itu mencerminkan penurunan kekayaan terbesar sejak puncak pandemi Covid-19, menurut Bloomberg Billionaires Index. Namun nilai penurunan rata-rata kekayaan para biliuner ini hanya sekitar 3,3%.
Berikut ini daftar kerugian yang dialami oleh sejumlah orang terkaya di dunia:
Mark Zuckerberg
Sosok pendiri raksasa media sosial Facebook ini berhasil menggenjot nilai pasar grup Meta hingga US$350 miliar lebih, sejak awal tahun hingga pertengahan Februari 2025.
Namun sejak pertengahan Februari hingga Kamis (3/4) kemarin, harga saham Meta telah anjlok 28%. Penurunan ini diperkirakan membuat Mark Zuckerberg rugi hingga US$17,9 miliar atau sekitar 9% dari total kekayaannya.
Jeff Bezos
Harga saham Amazon pada perdagangan Kamis kemarin juga anjlok 9%, menandai penurunan terbesar sejak April 2022. Penurunan tersebut mengakibatkan kekayaan bos Amazon ini lenyap US$15,9 miliar.
Elon Musk
Dikenal sebagai CEO Tesla dan orang terdekat Presiden Donald Trump, Elon Musk disebut kehilangan kekayaan senilai US$11 miliar pada Kamis kemarin. Sedangkan sejak awal tahun ini, kekayaan Elon Musk telah menguap US$110 miliar.
Ernest Garcia III
Ernest Garcia III dikenal sebagai CEO Carvana Co. Sejak pertengahan Februari 2025 kemarin, harga saham bisnis penjualan mobil bekas yang ia miliki telah turun 36%. Penurunan ini membuat total kekayaan Ernest Garcia III anjlok US$1,4 miliar.
Tobi Lutke
Dikenal sebagai pendiri dan CEO Shopify, kekayaan Tobi Lutke turun US$1,5 miliar atau 17% dari total kekayaannya. Shopify yang selama ini mengandalkan penjualan barang impor, mencatatkan penurunan pendapatan hingga 20%.
Bernard Arnault
Dikenal sebagai orang terkaya di Eropa, kerugian Bernard Arnault setelah pengumuman tarif Trump diperkirakan mencapai US$6 miliar. Pengenaan tarif itu diyakini berdampak negatif pada profitabilitas sejumlah produk mewah yang dimiliki oleh Bernard Arnault seperti Christian Dior, bulgari, dan Loro Piana.
(KR)