GIAA - PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk

Rp 41

+3 (+8,00%)

JAKARTA – PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) akan menambah 100 pesawat hingga akhir 2025, seiring dengan proyeksi pemulihan sektor transportasi udara.

Wamildan Tsani Panjaitan, Direktur Utama GIAA, menyatakan optimalisasi armada dilakukan dengan mempertimbangkan prinsip good corporate governance (GCG), permintaan pasar, serta kondisi keuangan perusahaan. Ia juga berharap penambahan armada dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat daya saing maskapai.

Menurut Wamildan, 2024 menjadi momentum penting bagi GIAA. Maskapai ini berhasil mengangkut 23,67 juta penumpang, naik 18,54% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini juga sejalan dengan frekuensi penerbangan yang meningkat 12,21%, mencapai 163.271 penerbangan.

Dari sisi keuangan, pendapatan penerbangan berjadwal meningkat 15,32% menjadi US$2,74 miliar, sementara pendapatan dari layanan charter melesat 101,06%.

Meski demikian, kata Wamildan, GIAA masih mengalami kerugian US$69,78 juta, yang disebabkan oleh beban pemeliharaan pesawat serta penurunan pendapatan dari item luar biasa yang sebelumnya diperoleh pada 2023.

“GIAA tetap optimis menghadapi tantangan seperti fluktuasi kurs, masalah rantai pasokan, dan persaingan ketat di industri penerbangan. Salah satu strategi utama yang dilakukan adalah penambahan armada guna meningkatkan kapasitas layanan,” ujar Wamildan dalam keterangan resmi, Kamis (27/3).

Sebagai informasi, sejak akhir 2024 hingga kuartal I-2025, GIAA telah mendatangkan dua unit Boeing 737-800NG (PK-GUF dan PK-GUG). Pada kuartal II-2025, maskapai ini akan mengoperasikan dua unit tambahan dengan tipe yang sama, yaitu PK-GUH (MSN-44218) dan PK-GUI (MSN-44217), yang saat ini masih dalam tahap perawatan sebelum resmi digunakan untuk rute domestik dan internasional. (EF/KR)