Ray Dalio: tarif Trump tidak dapat dihindari

DUBLIN - Investor miliarder, Ray Dalio, yang juga pendiri Bridgewater Association, menilai bahwa tarif reciprocal yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald J Trump, pada Rabu kemarin tidak bisa dihindari.
Seperti dikutip dari CNBC18tv.com, dia menjelaskan bahwa tarif memiliki konsekuensi penting, dapat mempersiapkan Amerika untuk konflik dan perang besar.
Pajak semacam itu "perlu" di masa perebutan kekuasaan internasional. Artinya, tarif tidak hanya tentang pendapatan pajak, tetapi juga cara bagi sebuah negara untuk mempersiapkan ekonomi mereka menghadapi konflik.
Dalio menulis dalam postingan LinkedIn bahwa pajak impor (tarif) dapat mengurangi ketidakseimbangan neraca perdagangan dan neraca modal.
"Sederhananya, mengurangi ketergantungan pada produksi dan modal asing yang sangat berharga dalam masa konflik atau perang geopolitik global," tambah Dalio dikutip dari Business Insider.
Menurut Dalio, yang juga menjadi anggota Dewan Penasihat Danantara, tarif akan membuat perusahaan lokal kurang efisien, karena rantai pasok global terhambat, tetapi masih mampu bertahan selama konsumen dalam negeri masih bisa membeli produk mereka.
Namun, Dalio menambahkan, efek umum dari pengenaan tarif ada beberapa. Pertama, meningkatnya inflasi di negara yang memberlakukan tarif. Kedua, menyebabkab stagnasi ekonomi secara global.
Dampak dari tarif Trump, lanjutnya, akan tergantung dari beberapa faktor seperti kebijakan moneter, fiskal dan pengendalian mata uang. “Banyak yang harus diukur untuk menilai dampak tarif besar ini terhadap pasar,” ujarnya di platform X. (LM)