Pasar global ambles lagi, S&P rugi US$5 triliun akibat tarif Trump

JAKARTA – Pasar saham global kembali melemah pada Jumat (4/4) kemarin, membuat S&P 500 kehilangan kapitalisasi pasar hingga US$5 triliun sejak pengumuman tarif oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (2/4).
Nasdaq juga mengonfirmasi kondisi pasar yang tengah bearish, dengan penurunan indeks komposit Nasdaq 5,82% pada Jumat. Indeks yang didominasi saham-saham teknologi ini, setidaknya telah turun 20% lebih dari level tertingginya.
Sementara itu Dow Jones Industrial Average (DJIA) melemah 5,50% pada Jumat, menambah penurunan dari level tertingginya jadi 10% sejak 4 Desember 2024.
“Ini semacam ketakutan terburuk pada arah program tarif yang diumumkan Presiden AS Donald Trump,” kata Rick Mekcler, Partner di Cherry Lane Investments, perusahaan holding investasi asal AS, seperti dikutip Reuters.
Rick menambahkan, sebagian investor mungkin yakin bahwa kebijakan ini hanya upaya negosiasi. Namun sejauh ini, kata Rick, “lebih banyak pihak yang melihat dampak negatifnya pada banyak perusahaan tercatat.”
Seperti diberitakan IDNFinancials.com sebelumnya, Trump telah mengumumkan tarif resiprokal pada 52 negara mitra dagang pada Rabu kemarin.
AS mengenakan tarif resiprokal tertinggi pada Laos (48%). Sementara Indonesia kena tarif sebesar 32%. (KR)