JAKARTA – Harga emas di pasar global dan domestik turun dari level tertingginya, setelah Presiden Amerika Serikat (AS) mengumumkan tarif resiprokal ke 52 negara mitra dagang pada Rabu (2/4) kemarin.

Pada hari pengumuman tarif yang disebut Trump sebagai “Liberation Day” itu, harga emas di pasar spot berada di level US$3.133,57 per ons. Ini merupakan level tertinggi harga emas sepanjang sejarah.

Sedangkan pada penutupan perdagangan Jumat (4/4) kemarin, harga emas turun 3,07% ke level US$3.007,36 per ons.

Analis Standard Chartered, Suki Cooper, menilai penurunan harga emas disebabkan oleh maraknya aksi jual investor yang tengah berusaha menutupi kerugiannya di instrumen lain.

“kami masih melihat adanya risiko kenaikan lanjutan, mengingat kondisi pasar yang saat ini cenderung risk-off,” ungkap Suki, dikutip Reuters.

Sementara itu di pasar domestik, harga emas Antam pada Sabtu (5/4) hari ini berada di level Rp1.781.000 per gram. Harga emas Antam pada Kamis (3/4) kemarin tembus ke level tertingginya sepanjang sejarah, di Rp1.836.000 per gram.

Sehingga harga emas Antam telah turun 3% dari level tertingginya, hingga Sabtu hari ini.

Sejumlah logam mulia lainnya juga turut mencatatkan penurunan harga. Harga perak turun 3,7% dalam sepekan, sedangkan platinum turun 2,9%. (KR)