The Fed enggan pangkas suku bunga meski pasar jatuh akibat tarif Trump

JAKARTA – Ketua Federal Reserve atau The Fed Jerome Powell memastikan tak akan memangkas suku bunga acuan, meskipun pasar khawatir dengan dampak tarif resiprokal yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Dalam konferensi tahunan Society for Advancing Business Editing and Writing di Virgina, Jumat (4/4) kemarin, Powell mengakui bahwa tarif resiprokal akan berdampak signifikan pada AS, termasuk memperlambat pertumbuhan ekonomi dan memicu lonjakan inflasi.
Namun sejauh ini, kata Powell, The Fed masih akan menunggu berbagai kemungkinan akibat penerapan tarif resiprokal, sebelum memutuskan pemangkasan suku bunga acuan.
Powell juga menegaskan bahwa The Fed perlu memastikan kenaikan harga akibat tarif Trump tidak bersifat permanen. Mengingat sebelumnya Presiden Trump telah menegaskan bahwa tarif resiprokal adalah salah satu metode negosiasi dengan sejumlah negara mitra dagang.
“Kami berada di posisi yang tepat untuk menunggu kejelasan lebih lanjut, sebelum melakukan penyesuaian terhadap sikap kebijakan kami,” kata Powell.
Beberapa saat sebelum Powell berbicara dalam konferensi tersebut, Trump mengatakan saat ini adalah waktu yang tepat bagi The Fed untuk memangkas suku bunga. Karena selama ini, kata Trump dalam akun Truth Social pribadinya, Powell sepalu terlambat dalam memangkas suku bunga.
“Segera pangkas suku bunga, Jerome. Hentikan permainan politik saat ini!” (KR)