
ULTJ akan buyback saham senilai Rp1,67 triliun
14 hari yang lalu
ULTJ akan menggelar buyback saham menggunakan kas internalnya hingga 23 Juni 2025.
14 hari yang lalu
ULTJ akan menggelar buyback saham menggunakan kas internalnya hingga 23 Juni 2025.
sebulan yang lalu
Laba ULTJ turun 2,58% menjadi Rp 1,13 triliun dari tahun sebelumnya Rp 1,16 triliun.
sebulan yang lalu
Siapa dua investor baru DATA dan berapa porsi sahamnya?
2 bulan yang lalu
Lakukan penjualan lewat dua sekuritas, berapa sisa saham ENRG di Shima Global?
2 bulan yang lalu
Setelah melepas saham KPIG lewat empat sekuritas, berapa sisa saham perusahaan induk MNC Group ini?
2 bulan yang lalu
Setelah melepas saham KPIG, berapa sisa saham perusahaan induk MNC Group ini?
2 bulan yang lalu
Saham-saham seperti DOOH, CCSI, dan PZZA terus menjadi sorotan karena sejumlah investor institusi terus menambah porsi sahamnya.
5 bulan yang lalu
Di penghujung bulan Oktober, Kamis (31/10), Sabana Prawirawidjaja menambah saham di PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) sebanyak 1,6 miliar lembar. Investor sekaligus presiden direktur perusahaan yang bergerak dalam bidang industri makanan dan minuman,ini memperkuat kepemilikannya dari 34% ke hampir 50% saham ULTJ. Ia melakukan belanja tersebut melalui PT Shinhan Sekuritas Indonesia.
7 bulan yang lalu
Investor asing Levoca Enterprise Ltd melepas 589,74 juta lembar saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) di penghujung bulan Agustus. Jumat (30/8), investor asing ini kini tinggal memegang kendali sebesar 31,64% di perusahaan di sektor manufaktur dan infrastruktur ini, dari yang sebelumnya 32,01%. PT Investindo Nusantara Sekuritas pun ditunjuk menjadi fasilitator untuk transaksi tersebut.
7 bulan yang lalu
Kamis (29/8), PT Kharisma Andalas Putra memborong 255,65 juta lembar saham pengembang properti PT Perdana Gapura Prima Tbk (GPRA) melalui PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia. Belanja tersebut pun langsung membuat investor ini menjadi pemegang saham terbaru di GPRA dengan porsi saham sebesar 5,98%. Di sisi lain, PT Abadimukti Gunalestari, yang merupakan pengendali GPRA, justru mengurangi saham sebanyak 48,78 juta lembar sehingga porsi sahamnya tinggal 68,78%.