UNVR - PT. Unilever Indonesia Tbk

Rp 1.015

-185 (-15,00%)

JAKARTA – Investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan net sell sebesar 2,41 miliar lembar saham pada Jumat (28/2) hari ini, melonjak 3 kali lipat dibandingkan dengan hari sebelumnya yang hanya 768,65 juta lembar.

Total volume transaksi asing juga meningkat signifikan dibandingkan Kamis (27/2). Investor asing membukukan foreign buy sebesar 7,02 miliar lembar, sementara foreign sell mencapai 9,44 miliar lembar pada perdagangan hari ini.

Di daftar top sell, PT GOTO Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan net sell tertinggi yaitu sebesar 1,11 miliar lembar saham. Investor asing tercatat membeli 2,07 miliar saham GOTO, tapi juga menjual 3,18 miliar lembar.

Menyusul di posisi kedua, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatatkan net sell 366,96 juta lembar. Porsi pembelian investor asing di perusahaan pertambangan bijih logam ini cukup signifikan yaitu 607,71 juta lembar, namun volume jualnya jauh lebih tinggi yaitu 974,68 juta lembar.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) lalu mencatatkan net sell 256,50 juta lembar, setelah 659,15 juta sahamnya dilepas asing. Volume beli asing di bank BUMN ini tercatat sebesar 402,65 juta lembar.

Sementara itu perusahaan Fast-Moving Consumer Goods (FMCG), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membukukan net sell 158,09 juta lembar. Volume beli asing di saham emiten konsumer nonsiklikal ini mencapai 602,17 juta lembar, namun volume jualnya mencapai 760,26 juta lembar.

Emiten peritel ponsel dan gawai PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) menyusul di urutan berikutnya, dengan net sell 100,29 juta lembar. Pembelian asing di ERAA tercatat sebesar 81,76 juta lembar, sedangkan volume jualnya 182,05 juta lembar.

Di sisi lain, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) memimpin daftar top buy dengan net buy hanya sebanyak 30 juta lembar. Investor asing memborong 40,11 juta lembar dan menjual sekitar 10,24 juta lembar saham MBMA.

Berikutnya disusul oleh PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang mencatatkan net buy hampir 24 juta lembar, setelah sekitar 29 juta sahamnya dibeli asing. Volume penjualan asing di produsen perhiasan ini, hanya 5 juta lembar

PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) dan PT Wir Asia Tbk (WIRG) berada di posisi ketiga dan keempat, dengan net buy masing-masing 21,73 juta dan 20,02 juta lembar. Investor asing tercatat membeli 26,82 juta saham MNCN dan menjual 5 juta lembar. Sementara untuk WIRG, mereka membeli 53,40 juta dan menjual 33,37 juta lembar saham.

Saham PT Panin Financial Tbk (PNLF) menutup daftar top buy dengan net buy 17,81 juta lembar. Volume beli asing di emiten keuangan ini mencapai 34,12 juta lembar, dibarengi dengan penjualan 16,31 juta lembar saham. (KD/KR)

Berita investasi asing terbaik dapat dibaca di IDNFinancials.com!