
Laba BISI melesat 88% di semester I 2024
8 bulan yang lalu
Laba PT Bisi Internasional Tbk (BISI) melesat 88,25% di semester I 2024, meskipun pendapatannya melandai 4,62% dibandingkan periode serupa tahun 2023.
8 bulan yang lalu
Laba PT Bisi Internasional Tbk (BISI) melesat 88,25% di semester I 2024, meskipun pendapatannya melandai 4,62% dibandingkan periode serupa tahun 2023.
9 bulan yang lalu
Akibat divestasi yang dilakukan PT Vale Indonesia Tbk (INCO), tiga investor besarnya mencatat penurunan porsi saham tanpa perubahan jumlah saham yang dimiliki, pada Rabu (3/7). BUMN pemilik 3,58 miliar saham perusahaan tambang nikel ini, yaitu PT Mineral Industri Indonesia (Persero), mencatat penurunan saham dari 34,03% ke 34%. Lalu, investor asing Vale Canada Limited, mengalami penurunan porsi saham dari 33,91% ke 33,88%, dari 3,57 miliar saham yang dipegangnya. Terakhir, Sumitomo Metal Mining Co., Ltd., investor asing lainnya, yang merupakan pemegang 1,21 miliar saham, mencatat penurunan porsi saham dari 11,5% ke 11,48%.
10 bulan yang lalu
PT Bisi Internasional Tbk (BISI) sisihkan Rp240 miliar sebagai dividen di tahun buku 2023, naik 17,64% dari periode tahun 2022 sebesar Rp204 miliar. Kenaikan dividen ini berkat tren pertumbuhan laba bersih dalam tiga tahun terakhir.
setahun yang lalu
Investor asing dengan nama UBS AG Singapore Non-Treaty Omnibus Account – 2091144090 masuk menjadi investor baru di PT BISI International Tbk (BISI), pada Kamis (2/5). Sebanyak 157,95 juta lembar saham emiten pertanian ini diborong, sehingga porsi kepemilikan sebesar 5,27% pun langung dikendalikan oleh UBS AG Singapore. Investor yang sama juga terlihat menambah saham di perusahaan agribisnis PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) sebanyak 5,60 juta lembar, yang lalu mencatat kenaikan porsi saham dari 5,95 ke 5,98%.